Syukur dan puji adalah milik Allah SWT. Karena itu,di setiap kesempatan dan suasana patutlah kita senantiasa panjatkan puji dan syukur kepada-Nya. Hanya kepada-Nya pula patut dipersembahkan segala takbir, tahmid, dan tahiyat. Karena itu, betapa tidak patutnya seseorang yang hanya memiliki sedikit perkenan dan belas kasih Allah, baik berupa kekayaan, kekuasaan, atau status sosial menempatkan dirinya pada posisi sejajar dengan Allah sebagai tandingan, rival, dan sekutu-Nya. Dia ingin dihormati dan dipuji, padahal semua itu adalah mutlak milik Allah. Pada hari yang amat dahsyat kelak tatkala langit dilipat dengan tangan kanan-Nya, Allah akan menantang semua manusia sombong yang mengatur bukan atas nama Allah dan tidak mengalokasikan segala yang Allah limpahkan dalam kaitan menggapai ridlo-Nya. Oleh karena itu, setiap hamba beriman yang sadar akan hakikat diri, sadar akan naïf dan dhaif(lemah)nya diri, dan sadar akan dahsyatnya gangguan syetan laknatullah patut dan wajar kiranya untuk senantiasa bergantung dan mohon perlindungan kepada-Nya dari sikap-sikap yang tidak selayaknya. (Abu Hirza Yusya’)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar